Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli

LintasZona – Organisasi merupakan salah satu bagian dalam administrasi, dan organisasi selalu berkaitan erat dengan manajemen, yang didalamnya terdapat dua orang atau lebih saling kerjasama dalam mencapai tujuan tertentu. Berikut ini beberapa pengertian organisasi menurut pendapat para ahli, serta prinsip-prinsip dan fungsi dalam Organisasi.

Pengertian Organisasi Menurut Para Ahli

Pendapat para ahli tentang organisaasi sangat banyak, sehingga definisi atau pengertian organisasi pun selalu berbeda antara satu sama lainnya. Hal ini disebabkan oleh latar belakang pendidikan, metode dan pendekatan yang digunakan berbeda-beda. Berikut ini adalah pendapat para ahli tentang pengertian organisasi.

Organisasi menurut J. Wayong dan Drs. The Liang Gie

J.Wayong mengemukakan definisi tentang organisasi dalam sebuah buku yang berjudul Fungsi Administrasi Negara. Menurutnya organisasi adalah sebuah gabungan alat-alat yang tersusun dalam sbentuk kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu. Adapun organisasi menurut Drs. The Liang Gie dalam karyanya yang berjudul Organisasi dan Administrasi Kantor Modern, Organisasi merupakan sebuah sistem usaha kerja sama yang pelakunya terdiri dari dua orang atau lebih.

Organisasi menurut Prof. Dr. S.P Siagian

Prof. Dr. S.P. Siagian menjelaskan definisi organisasi dalam bukunya yang berjudul Filsafat Administrasi, Organisasi merupakan bentuk perkumpulan antara dua orang atau lebih menjalin bekerja sama, dan terikat secara formal dalam mencapai sebuah tujuan yang telah ditentukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang terikat dalam sebuah struktur organisasi yang dikenal dengan sebutan atasan dan bawahan.

Organisasi menurut G.R. Terry

G.R Terry menyebutkan bahwa organisasi berasal dari bahasa inggris organism, yakni sebuah struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi, sehingga hubungan mereka saling mempengaruhi satu sama lain secara keseluruhan. Jadi sebuah organisasi terdiri dari dua bagian utama yakni bagian-bagian dan hubungan-hubungan.

BACA JUGA  Pengertian Globalisasi Dan Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Globalisasi

Organisasi menurut Leonald D. White

Leonald D. White, menyebutkan ada dua definisi organisasi yakni Pertama, Organisasi merupakan pola hubungan yang ditentukan secara formal oleh hukum dan top manajemen (organisasi formal) . Kedua, Organisasi merupakan sekumpulan tata hubungan kerja (work relationship) yang terwujud dari hubungan kerja sama antar sekelompok orang dalam jangka waktu tertentu (organisasi informal).

Organisasi menurut Prof. Dr. Mr. Prajudi Atmosudirdjo

Prof. Dr. Mr. Prajudi Atmosudirdjo, menyabutkan pengertian organisasi secara umum yakni, sebuah bentuk kerja sama antara sekelompok manusia berdasarkan sebuah perjanjian untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan pengertian organisasi yang dikelompokan dalam tiga kelompok :

  1. Organisasi adalah kumpulan manusia
  2. Organisasi adalah proses pembagian kerja
  3. Organisasi adalah sistem kerja sama, sistem hubungan atau sistem sosial.

Dari beberapa pembagian kelompok tersebut, disimpulkan bahwa Organisasi merupakan sebuah sistem yang saling mempengaruhi antar manusia dalam sebuah kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan pada pengertian tersebut yang dikemukakan para ahli diatas, maka disimpulkan bahwa organisasi mengandung beberapa unsur dasar berikut :

  1. Adanya unsur manusia dua orang atau lebih
  2. Adanya unsur kerja sama dari orang-orang tersebut
  3. Adanya unsur pengaturan hubungan
  4. Adanya unsur tujuan yang ingin dicapai.

Berdasarkan unsur-unsur dasar ini dapat dirumuskan pengertian yang lebih mirip pada praktik organisasi sehari-hari, yaitu Organisasi adalah sebuah wadah yang di dalamnya terdapat sistem kerja sama sejumlah manusia yang terikat dalam hubungan formal dan saling mempengaruhi dalam bentuk hierarki untuk mencapai tujuan yang ditentukan.

Prinsip-Prinsip Organisasi

Menurut Prof.Dr. S.P Siagian bahwa sebuah organisasi yang baik selalu berpegang teguh pada beberapa prinsip sebagai berikut :

  1. Adanya tujuan yang jelas. Sebuah organisasi tanpa adanya tujuan jelas sama seperti kapal yang tidak memiliki pelabuhan akhir. Tujuan organisasi dianalogikan sebagai sebuah pelabuhan akhir bagi kapal.
  2. Tujuan organisasi harus dimengerti oleh setiap orang dalam organisasi. Apabila Setiap orang dalam organisasi mengetahui dan memahami tujuan dalam organisasi, maka mereka dapat melakukan hal-hal, sebagai berikut :
    1. Mengetahui apa yang dikehendaki oleh organisasi dari masing- masing mereka;
    2. Dapat memahami apa yang mereka dapat kehendari dari organisasi;
    3. Dapat menilai apakah tujuan organisasi itu sesuai dengan tujuan pribadi mereka;
    4. Jika belum sesuai, maka mereka bisa melakukan usaha untuk menyesuaikan atau tidak, atau memtuskan untuk meninggalkan organisasi tersebut.
  3. Tujuan organisasi harus diterima oleh setiap orang dalam organisasi. Jika para anggota organisasi menilai tujuan yang akan dicapai itu merupakan tujuan yang layak dicapai bersama, maka akan lebih mudah bagi setiap anggota untuk digerakkan untuk memberikan pengorbanan tertentu, baik dalam bentuk waktu, tenaga,  keahlian dan kemampuan maksimal.
  4. Adanya perumusan tugas pokok dan fungsi yang jelas. Kejelasan dari pada tugas pokok dan fungsi yang harus dilaksanakan bertujuan agar setiap orang dalam organisasi mengetahui peranan yang dikehendaki oleh organisasi.
  5. Pembagian tugas. Prinsip ini dimaksudkan agar tugas pokok dan Fungsi organisasi terbagi dengan baik dalam setiap unit-unit, sehingga dapat dipergunakan untuk mengatur unit-unit dalam organisasi.
  6. Adanya kesatuan arah (unity of direction), artinya bahwa keseluruhan kegiatan, sumber-sumber, pemikiran, keahlian, waktu, serta kemampuan ditujukan hanya pada satu arah, yaitu pencapaian tujuan yang efisien dan selektif .
  7. Adanya kesatuan perintah (unity of command), artinya bahwa setiap bawahan hanya memiliki seorang atasan langsung, yang dapat memberikan laporan dan tanggung jawab, dan dari siapa bawahan tersebut menerima perintah, instruksi, bimbingan dan pedoman kerja.
  8. Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab seseorang. Adapun yang dimaksud wewenang adalah Hak seseorang yang memerintah atau melarang orang lain menggunakan sumber dan alat. Sedangkan yang dimaksud dengan tanggung jawab adalah Kewajiban untuk melaksanakan tugas, dan menggunakan alat-alat yang telah diperintahkan kepadanya.
  9. Adanya pembagian tugas (distribution of work). Dalam artian harus adanya pembagian tugas-tugas dalam sebuah sesuai dengan kemampuan, keahlian dan bakat-bakat orang didalam organisasi.
  10. Struktur organisasi disusun sederhana mungkin. Sederhana yang dimaksud berarti sesuai dengan kebutuhan dan koordinasi, pengawasan dan pengendalian.
  11. Pola dasar organisasi harus relatif permanen. Dalam sebuah struktur organisasi dapat berubah sesuai dengan tuntutan perkembangan, kemajuan atau kemunduran, serta fleksibilitas dalam penyesuaian. Oleh karena itu, pola dasar struktur organisasi harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak perlu berubah atau bersifat permanen.
  12. Adanya jaminan jabatan (security of tenure). Hal ini berarti setiap Pimpinan tidak boleh memperlakukan bawahannya dengan seenaknya, seperti pemecatan tanpa alasan yang tepat.
  13. Pendelegasian wewenang secara jelas. Hal ini berarti salah satu ciri dari sebuah organisasi modern adalah besarnya organisasi. Dalam organisasi besar dapat dikatakan pendelegasian wewenang sejauh dan sepraktis mungkin merupakan hal yang tidak dapat dihindari lagi.
  14. Balas jasa, yang diberikan pada setiap individu harus seimbang dengan jasa yang diberikan. Seimbang yang dimaksud adalah sesuai dengan sifat jasa yang diberikan, dan juga balas jasa yang diberikan kepada karyawan harus menjamin taraf hidup normal yang berlaku untuk masyarakat dimana karyawan itu hidup.
  15. Penempatan orang yang sesuai dengan keahliannya (the right man in the right place). Penempatan yang dimaksud adalah organisasi harus dapat menempatkan setiap anggotanya sesuai dengan keahlian yang dimiliki.
  16. Koordinasi, integrasi dan sinkronisasi. Tidak ada Satupun kegiatan organisasi yang berhubungan satu unit organisasi saja. Oleh karena itu, organisasi yang mengetahui dengan baik tentang pentingnya kerja sama dengan unit lain. Kegiatan organisasi modern pada dasarnya harus dikerjakan secara multi fungsional dan interdisipliner.
BACA JUGA  Dua Macam Pengertian Hukum Dasar

 

Penutup

Demikianlah beberapa pengertian organisasi menurut pendapat para ahli, serta prinsip-prinsip dan fungsi dalam Organisasi, yang dirangkum admin. Semoga membawa manfaat.

 

Sumber Referensi :

Rangkuman dan Diktat Pengantar Ilmu Administrasi, Oleh, Dra. Suryani B.B M.Si. Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas HaluOleo. 2011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *